Ridwan Kamil: Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil: Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/ Istimewa.

MONITORDAY.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyebutkan, di wilayahnya terdapat peraturan daerah (perda) pesantren pertama di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil saat menutup rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ke-179 Al Quthub Al Habib Thoha bin Hasan bin Yahya di Kabupaten Cirebon, Minggu (24/10/2021).

“(Dengan perda pesantren) kemajuan pesantren, kesejahteraan kiai, (dan) kemajuan santri punya dasar hukum yang lebih jelas,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (25/10/2021).

Perda yang dimaksud yaitu, Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Regulasi tersebut disahkan pada 1 Februari 2021, turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Dengan Perda Nomor 2 Tahun 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar ingin melindungi hak-hak pesantren, sampai dalam hal pendanaan.

Masih hangatnya suasana Hari Santri Nasional (HSN) 2021 yang jatuh pada 22 Oktober, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya berkomitmen ingin mensejahterakan penghuni pesantren, di antaranya ustaz, staf pengajar, dan para santri agar lebih diperhatikan.

Perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program, seperti program ekonomi One Pesantren One Product (OPOP) yang saat ini tengah berjalan.

Dukungan bagi pesantren dalam wujud dasar hukum, ujar Ridwan Kamil, adalah bukti nyata dari slogan Jabar, yaitu Jawa Barat Juara Lahir dan Batin.

“Itu sebenarnya terjemahan dari baldatun, toyibatun wa robbun ghofur. Itu kalimat kalau diucapkan pelan jadi doa, kalau diucapkan keras jadi penyemangat," ucapnya.

Selain itu, Ridwan Kamil mengungkapkan memiliki tiga prinsip yang selalu dipegang teguh selama memimpin Jabar.

Pertama, selalu menjadikan kepemimpinan sebagai ibadah. Kedua, selalu berpikir bahwa pemimpin hanya bersifat sementara, dan ketiga, harus bermanfaat bagi orang banyak.

“Saya berusaha tahu diri. Selalu gunakan ilmu para ulama untuk melahirkan keadilan dalam memimpin," ungkapnya.