Hubungkan ke Pasar Global, Menkop UKM Haruskan UMKM Terintegrasi GVC
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menegaskan bahwa UMKM ke depan harus terintegrasi dengan Global Value Chain (GVC) sehingga dapat terhubung dengan pasar Global.

MONITORDAY.COM - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menegaskan bahwa UMKM ke depan harus terintegrasi dengan Global Value Chain (GVC) sehingga dapat terhubung dengan pasar Global.
"Pembangunan UMKM ke depan ini mau tidak mau harus punya daya saing yang bisa komplit dengan produk-produk impor karena itu maka pembangunan UMKM ke depan harus terintegrasi dengan Global Value Chain (GVC) supaya bahan bakunya standarisasi terhubung juga dengan pasar global," katanya saat menghadiri acara Muhammadiyah International Business Forum, di Denpasar, Senin (25/11).
Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu mengatakan selain peningkatan produk daya saing, produk tersebut juga harus ada "Intermediary commercial" untuk menghubungkan UMKM masuk ke pasar global.
Teten menargetkan agar UMKM secara skala bisnis naik kelas dan tidak bertahan pada posisi yang sama agar pelaku usaha semakin bertambah.
"Selain itu, ke depannya struktur ekonomi kita juga lebih melahirkan usahawan - usahawan baru mulai yang kecil sampai yang besar," lanjutnya.
Lebih lanjut, Teten menguraikan bahwa UMKM memiliki masalah dengan akses ke pasar global, program pembiayaan UMKM, program pengembangan usaha dan SDM-nya.
"Nah ini yang kita mau beresin, jadi bagaimana tadi punya akses dengan pasar bukan hanya pasar dalam negeri tapi juga pasar dunia karena itu digitalisasi produk UMKM itu mau nggak mau harus dilakukan supaya marketplace lebih luas," jelasnya.
Ia menjelaskan untuk pembiayaan telah dikembangkan berbagai skema untuk memudahkan mulai mikro sampai yang menengah bisa masiv pembiayaannya.
Selain itu, Teten mengatakan salah satunya bekerjasama dengan Muhammadiyah karena arah ke depannya adalah pengembangan berbasis komunitas, berbasis klaster dan berbasis kelompok berdasarkan meroda atau daerah atau sentra produksi.
Pihaknya menuturkan pengembangan sumber daya manusia dan usaha akan diwadahi dengan klinik yang akan memberikan asistensi konsultasi dari "end-to-end", dari memulai usaha sampai bisa berjualan online di pasar dunia dan lain sebagainya.
"Sekarang Kementerian kami merubah mindset jadi regulator menjadi fasilitator, akselerator ya moderasi juga dengan berbagai pihak karena banyak sekali yang harus dikoordinasikan, selain marketing juga untuk bagaimana menjual produk karena itu kami akan bangun trading house untuk produk UMKM," ungkapnya.