Soal Larangan Mudik, Epidemiolog: Perlu Dilakukan Pembatasan dan Edukasi Kepada Masyarakat

MONITORDAY.COM - Kebijakan larangan mudik yang diberlakukan Pemerintah selama Hari Raya Idul Fitri 1442 H dinilai tidak efektif untuk upaya pencegahan kenaikan jumlah kasus positif COVID-19.
Hal itu diungkapkan Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono di Jakarta, Minggu (9/5/2021).
"Karena pada sisi lain, objek wisata dan rekreasi di sejumlah daerah dibolehkan untuk beroperasi saat libur Hari Raya Idul Fitri," kata Pandu di Jakarta, Minggu (9/5/2021).
Ia menegaskan apa pun yang dilakukan pemerintah itu tidak efektif karena tidak mungkin mudik itu dilarang.
"Makanya jangan dilarang, tapi dibatasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Pandu menilai bahwa Pemerintah bimbang untuk menerbitkan kebijakan, sehingga kebijakan satu dengan yang lainnya terkesan kontradiktif.
Untuk larangan mudik yang dinilai tidak efektif, Pandu memperkirakan akan tetap terjadi kenaikan jumlah kasus positif COVID-19, apalagi jika kasus mutasi banyak.
Dia pun berpendapat bahwa masyarakat akan selalu mencari cara untuk bepergian, apalagi mudik maupun ke tempat wisata.
"Yang perlu dilakukan adalah melakukan pembatasan dan edukasi kepada masyarakat," ungkapnya.
Maka dari itu, Pemerintah perlu memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) terhadap setiap kegiatan masyarakat, sehingga risiko penambahan jumlah kasus akan lebih rendah.
"Lebih baik dibatasi, diedukasi, masyarakat dikasih tahu bahayanya seperti apa. Kalau mau pergi, ya dibatasi dan protokol kesehatannya, benar-benar dijaga," sebut Pandu.
Diketahui, Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021.
Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.
Disisi lain, objek Wisata dan Rekreasi, contohnya saja di DKI Jakarta, boleh buka dan beroperasi saat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, namun dengan pembatasan hingga maksimal sampai 30 persen.