Eksponen Muda Muhammadiyah Deklarasi Dukungan untuk Jokowi-Maruf
Ribuan massa eksponen Muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia bersatu dan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin di Gedung Lamin Etam, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3).

MONITORDAY.COM - Ribuan massa eksponen Muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia bersatu dan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin di Gedung Lamin Etam, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3).
"Kami eksponen muda Muhammadiyah bertekad memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin," Kata Deklarator Nasional Eksponen Muda Muhammadiyah untuk 01, Imam Addaruqutni, dalam keterangan tertulisnya.
Imam mengapresiasi segala bentuk kerja-kerja pembangunan yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan Kabinet Kerja bagi kesejahteraan rakyat dan umat, yang memiliki semangat dengan Muhammadiyah sebagai gerakan yang mengutamakan kerja nyata, daripada retorika.
“Kaum muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia hari ini bersatu tekad mendukung 01, ujar mantan Ketua Dewan Masjid Indonesia ini.
Dalam kesempatan itu, Imam juga menegaskan, pihaknya menolak segala bentuk politisasi masjid yang terjadi dalam Pemilu serentak 2019. Itu ia suarakan lantaran, ada beberapa masjid Muhammadiyah yang ia ketahui digunakan untuk kampanye oleh simpatisan dan pendukung 02.
Meskipun sejatinya, menurut Imam, tak ada larangan membahas tema politik di Masjid. Asalkan tidak mengarahkan dukungan ke pasangan capres tertentu. Namun, faktanya ada saja penceramah yang menyelipkan pesan-pesan dukungan pada salah satu capres.
“Karena itu kita munculkan gerakan Save Masjid Muhammadiyah untuk menghindari dukung-mendukung dan menyerang capres tertentu di dalam masjid,” ucapnya.
Imam mengatakan, pihaknya akan menolak segala macam bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan narasi-narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Termasuk juga menolak gerakan khilafah dan gerakan yang “menyerobot” dan melakukan infiltrasi masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah.
“Muhammadiyah menengakkan Islam Wasathiyah (moderat) yang setia pada Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wasy-Syahadah, yakni negara kesepakatan. Selain itu kepada warga Muhammadiyah mari menjaga masjid dan unit amal usaha dari gerakan infiltrasi organisasi dan parpol tertentu,” pungkasnya.