Amerika Serikat Perpanjang GSP, Rektor ITB AD: Diplomasi Cerdik Indonesia Tingkatkan Sektor UMKM

Jika fasilitas GSP ini dimanfaatkan maka produk-produk UMKM Indonesia akan diberikan fasilitas istimewa masuk ke pasar Amerika. Sekali lagi, ini semua adalah politik menarik simpati yang dilakukan Amerika untuk menekan pengaruh China di negara-negara berkembang.

Amerika Serikat Perpanjang GSP, Rektor ITB AD: Diplomasi Cerdik Indonesia Tingkatkan Sektor UMKM
Rektor ITB Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkana.

MONITORDAY.COM - Amerika Serikat melalui United States Trade Representative (USTR) secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas bea masuk untuk produk-produk Indonesia. Namun, apa dampak positifnya bagi pemulihan ekonomi Indonesia dan manfaatnya untuk perkembangan sektor UMKM yang berorientasi ekspor.

Rektor ITB Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkana menilai hal itu merupakan angkah cerdik dari diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia. 

"Bagaimana pun ini bagian kebijakan politik bebas aktif yang selalu dikedepankan Indonesia. Ini terkesan politik take and give. Semua ini terkait perkembangan mutakhir implikasi perang dagang AS dan China. Mereka saling mencari pengaruh politik dagang ke negara-negara sedang berkembang (NSB). Apa lagi di banyak forum perdagangan internasional, Amerika sudah kalah telak dari China," jelas Mukhaer, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (02/11).

Produk-produk dagang dan investasi dunia sudah didominasi china, apalagi saat ini, tambah Mukhaer, di tengah Pandemi Covid-19, ekonomi China sudah recovery dan tumbuh signifikan. Sementara Amerika masih berjibaku dengan persoalan-persoalan domestiknya.

"Dengan pengaruh China seperti itu, Amerika kembali milirik negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Bahkan, Amerika melalui USTR secara resmi telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia," ujarnya.

"Tentu kabar ini untuk menarik simpati dari Indonesia," lanjut Ekonom Muhammadiyah ini.

"Jika fasilitas GSP ini dimanfaatkan maka produk-produk UMKM Indonesia akan diberikan fasilitas istimewa masuk ke pasar Amerika. Sekali lagi, ini semua adalah politik menarik simpati yang dilakukan Amerika untuk menekan pengaruh China di negara-negara berkembang. Apalagi Indonesia memiliki kelebihan UMKM yang besar dan pasar potensial bagi Amerika. Tapi ingat, politik dagang itu tidak ada yang gratis. Tidak ada makan siang gratis," tutur Mukhaer.

Kemudian, efek positifnya untuk penciptaan lapangan kerja di sektor UMK, fasilitas GSP bisa dimanfaatkan bagi UMKM. 

"Artinya, produk-produk UMKM diberikan keistimewaan (privilege) masuk ke pasar Amerika. Tentu dengan kriteria dan standar tertentu yang telah ditetapkan AS. Fasilitas ini tentu tidak banyak diberikan kepada negara berkembang" pungkas Mukhaer.