Hasil Kongres Ekonomi Umat II MUI Hasilkan 9 Poin Resolusi Jihad Keumatan

MONITORDAY.COM - Jumlah umat Islam yang merupakan mayoritas, namun penguasaan ekonomi masih dipegang oleh kelompok minoritas. Kondisi itu membuat keprihatinan sendiri bagi umat Islam dan melahirkan gerakan yang fokus pada pemberdayaan ekonomi umat.
Hal ini menguak di Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diselenggarakan di Jakarta pada 10 Desember hingga 12 Desember 2021.
Hasil dari Kongres yang mengusung tema 'Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia' tersebut pun melahirkan Resolusi Jihad Ekonomi Umat dengan sembilan poin penting.
"Ada 9 poin penting dari hasil Kongres Ekonomi Umat. Fokusnya yakni bagaimana umat Islam di Indonesia yang merupakan mayoritas bisa memiliki peran serta secara optimal dan maksimal dalam ekonomi Indonesia," ujar Ketua Steering Commite Kongres Ekonomi Umat, Dr Ir H Lukmanul Hakim MSi, pada penutupan Kongres Ekonomi Umat II di Jakarta, Minggu (12/12/2021).
Menurut Lukman, adapun sembilan poin tersebut yaitu Gerakan produksi dan belanja nasional, mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia, mengoptimalkan Ziswaf untuk menggerakkan ekonomi Umat, menghadirkan lembaga penjaminan nasional Syariah untuk usaha ultra mikro dan mikro yang mudah, murah dan aman.
Berikutnya, mempercepat terciptanya model bisnis unggulan daerah yang dijalankan secara profesional, memperkuat model kemitraan antara UMKM dengan BUMN/BUMD dan usaha besar, mendorong dan mengawal terciptanya regulasi sistem Ekonomi Syariah Nasional/Daerah.
Selanjutnya, mendorong ekosistem Ekonomi Syariah melalui digitalisasi dan integrasi dana komersial dan dana sosial Islam dan mengamanatkan kepada Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk mengawal hasil Kongres Ekonomi Umat.
"Kita sangat memahami bahwa kesulitan, kefakiran, kemiskinan bisa menyebabkan kekufuran atau kesesatan. Ini merupakan jihad kita, para alim ulama di MUI, masyarakat yang peduli pada ekonomi umat Islam agar bisa keluar dari kondisi kesulitan itu," terang Lukman.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, M Azrul Tanjung, mengapresiasi kerja keras Presiden Joko Widodo yang telah mendistribusikan 4 juta hektare lahan kepada umat dari 12 juta hektare yang dijanjikan.
"Presiden juga memiliki komitmen mengalokasikan 30 persen kredit bagi UMKM dan yang tak kalah penting komitmen Presiden menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia," kata Azrul.
Azrul juga menegaskan jangan biarkan terjadinya intoleran ekonomi terhadap umat Islam yang mayoritas di Tanah Air.
Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan hasil Kongres Ekonomi Umat yang pertama pada 2017 lalu menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia.
"Kongres Ekonomi Umat kedua ini juga demikian, penguatan sumber daya manusia melalui resolusi jihad ekonomi. Ada dua hal yang perlu dikuatkan yakni kecakapan hidup dan kompetensi nonteknis (soft skill). Ini merupakan dua kekuatan yang penting untuk saat ini," kata Amirsyah.
Kekuatan nonteknis merupakan kekuatan untuk menggalang sinergi, sumber daya manusia dan sumber daya alam yang luar biasa. Amirsyah juga menekankan perlunya menjaga sumber daya alam Indonesia yang ada untuk kesejahteraan rakyat.