Budaya Hormat ‘Ojigi’ Petugas PT KAI Jadi Perbincangan Netizen di Media Sosial
Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki “tradisi” unik sejak awal tahun 2018. Mereka memberikan gestur hormat ke para penumpang sebelum kereta api berangkat.

MONITORDAY.COM - Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki “tradisi” unik sejak awal tahun 2018. Mereka memberikan gestur hormat ke para penumpang sebelum kereta api berangkat. Tradisi unik itu dilakukan dengan menyilangkan tangan di dada dan sedikit membungkukkan badan. Sikap ini dilakukan oleh porter, petugas keamanan atau petugas lain. Apakah benar budaya ini mirip Ojigi seperti di Jepang?
Selintas, tradisi ini mengingatkan kita akan tradisi menundukkan badan yang ada di Jepang. Sejumlah warganet pun menyoroti gestur tersebut, sehingga menjadi pro dan kontra di masyarakat.
“Tujuannya kan sebenarnya pemberian salam hormat atau salam terima kasih, sebagai bentuk untuk meningkatkan pelayanan atau service excellence, pada para penumpang kereta api dengan salam hormat seperti itu,” jelas Kepala Humas PT KAI Agus Komaruddin.
Budaya membungkuk di Jepang ini disebut dengan ojigi . Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lain.Sikap membungkuk ini dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing.
Ojigi ini kadang terlihat ketika sesorang sedang bercakap-cakap secara intens, hal tersebut mencerminkan bahwa sang pembicara sangat menghormati lawan bicara.
Di Indonesia, ternyata ada juga budaya yang membungkuk seperti Ojigiri. Salah satunya adalah Mlaku Mbungkuk masyarakat Jawa. Mlaku mbungkuk disini maksudnya adalah berjalan membungkuk saat lewat di depan orang yang lebih tua.
Mlaku mbungkuk bertujuan untuk mengajarkan tata krama dan sopan santun kepada anak, dengan tujuan menghormati orang yang lebih tua. Membungkukan badan, memang identik dengan Jepang. Tapi bukan berarti gestur tersebut hanya milik orang Jepang.